cerita horor mahasiswa part 2
Halo sobat Zestify!. Pada episode kali ini kita akan melanjutkan cerita horror kita pada minggu lalu yaitu Cerita horor kosan mahasiswa. Pada episode sebelumnya telah menceritakan sebagian cerita horor yang menimpa salah satu sobat zestify kita yaitu Aldixon di tempat kos nya. Cerita horor tersebut tidak hanya berhenti sampai situ saja, kejadian demi kejadian terus menghampiri Aldixon tiap malam nya. Tanpa bicara panjang lebar lagi mari kita simak kelanjutan cerita tersebut.
Setelah kejadian tidak mengenakkan yang terjadi di kamar mandi tadi, kami berusaha menenangkan diri dan juga fikiran. Kami berempat berusaha untuk Positif thinking dan menganggap itu tadi hanyalah sebuah keadaan dimana kami menyebutnya dengan “salah dengar”. Waktu demi waktu berlalu, matahari pun mulai tergantikan dengan bulan. Keadaan yang awalnya hening menjadi sedikit terusik karena perut kami mulai mengeluarkan suara. Pergilah kami berempat ke warung dekat kos untuk sekedar mengisi kekosongan perut.
Sekitar jam 21.30 malam, barulah kami kembali ke tempat kos ku untuk melanjutkan tugas kelompok yang tadi sempat tertunda. Saat itu merupakan hari sabtu yang berarti pada saat ini sudah masuk ke malam minggu. Lalu aku memberikan satu ide kepada teman- temanku “eh mumpung besok hari minggu, gimana kalau kita lanjut ngerjain tugas ini sampai malem, setuju gak?” kemudian semuanya meng iyakan ajakan ku itu. By the way, tempat kami mengerjakan tugas masih sama seperti kemarin yaitu di depan pintu kamar kos ku yang berada di lantai dua. Kami berempat duduk berjajar serta berhadap hadapan. Aku duduk di pojok menyandar di pagar pembatas dan bersebelahan dengan si A, kemudian di hadapanku ada si B dan juga C yang duduk bersebelahan.
Saat kami sedang serius mengerjakan tugas tiba- tiba si A merasa ada seseorang yang sedari tadi melempari punggung nya dengan benda semacam kerikil, awalnya si A mengira aku sedang menjahili dia, karena pada saat itu yang duduk bersebelahan dengan dia adalah aku. Aku yang pada saat itu ditegur karena dikira melakukan hal yang sebenarnya tidak aku lakukan spontan merasa kebingungan. “Ha, kamu bilang apasi?? Wong daritadi aku gaada ngapa – ngapain” terangku. Awalnya si A menganggap kalau aku berbohong, tetapi kemudian aku dan ke tiga temanku ini teringat dengan kejadian pada siang hari tadi. Apalagi posisi waktu itu sudah menunjukkan hari yang semakin larut malam. Seketika kami ber empat langsung merinding, dan setelah ditelaah kembali, posisi lemparan batu kerikil yang mengenai si A ini arahnya dari bawah atau dari lantai satu. Pada akhirnya aku dan teman- temanku tidak melanjutkan kerja kelompok itu, dan mereka memilih untuk segera pulang dan menyimpan rapat- rapat perasaan takut dan juga bingung yang ada di dalam fikiran kami.
Mungkin sebagian orang akan berfikir bahwa cerita ini hanyalah cerita yang dibuat- buat, dan mungkin juga sebagian orang tidak akan percaya dengan adanya hal- hal yang berbau mistis seperti ini. Tetapi tidak mengapa, karena memang perspektif setiap orang berbeda- beda. Awalnya saya pun juga tidak percaya dengan hal- hal mistis seperti ini. Namun setelah merasakan nya sendiri, persepsi saya mengenai hal-hal mistis dan keberadaan mahkluk- mahkluk astral itu benar adannya.



Komentar
Posting Komentar